WASPADA :
Ribuan Botol Minuman Ringan Kadaluarsa ditemukan di Kota Bau-Bau
Minuman kadaluarsa rupanya masih ditemukan di wilayah kota Baubau. Buktinya, saat tim pemantau dan pengawasan bahan pokok yang dibentuk Walikota Baubau, Amirul Tamim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah sub distributor, kemarin, tim yang terdiri dari Dinas Pertanian Kehutanan dan Kelautan (PKK), Dinas Kesehatan, Dinas perindustrian, perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), Sat Pol PP dan unsur Muspida menemukan minuman kadaluarsa. Jumlahnya cukup fantastis yakni sekitar 6 ribu botol lebih.
Ribuan botol minuman kadaluarsa ini ditemukan di gudang milik PT Cinta Damai Insani Baubau. Menurut Feto Daud, Kadis Perindagkop juga ketua tim operasi, ribuan botol minuman kadaluarsa yang berhasil mereka amankan itu terdiri dari sprite 4380 botol, Fanta 2040 botol dan coca cola 413 kaleng. “Usai ditemukan semua barang buktinya langsung dikeluarkan dari gudang penampungan agar tidak diedarkan di pasaran,” kata Feto Daud, ketika di hubungi via ponselnya semalam.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengapa ribuan botol minuman kadaluarsa itu tidak dimusnahkan setelah masa berlakunya habis. Termasuk melakukan konfirmasi kepada pihak distributornya apa alasan mereka hingga minuman kadaluarsa itu dibiarkan begitu saja menumpuk di gudang mereka. Sebab sesuai dengan pengalaman selama ini, 3 bulan sebelum batas expire, setiap makanan atau minuman akan ditarik oleh distributor. Olehnya itu, setelah barang buktinya dikeluarkan langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menyita ribuan botol minuman kadaluarsa tersebut.
Feto Daud menambahkan, saat ini pihaknya hanya akan melakukan penyitaan terhadap ribuan botol minuman yang diduga tanggal expirenya dipalsukan. Pihaknya akan melakukan penelusuran terlebih dahulu, apakah ada kesengajaan dari pihak sub distributor atau sebaliknya. Pihaknya juga akan melakukan konfirmasi kepada distributornya terkait minuman yang belum ditarik itu. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, 3 bulan sebelum batas expire, setiap makanan dan minuman akan ditarik oleh distributor.
Selain minuman kadaluarsa, hasil sidak kemarin juga menemukan puluhan botol bahan pengharum dan pewarna expire. Puluhan botol pengharum kadaluarsa ini ditemukan di pasar Wameo Kota Baubau. Bahan-bahan yang ditemukan itu pada umumnya digunakan untuk bahan pengharum dan pewarna kue. Diduga, bahan-bahan itu banyak mengalami expire karena peredarannya berlaku secara musiman.
Sementara itu, salah seorang tim yang dihubungi semalam mengatakan saat sidak di PT Cintai Damai Insani Baubau, selain ribuan botol minuman yang ditemukan, mereka juga menemukan stempel pembuat tanggal expire bersama bantalan stempel. Kuat dugaan stempel yang ditemukan itu telah digunakan untuk mengganti tanggal expire minuman. Salah satu indikatornya sejumlah tanggal expire yang tertera dibagian luar karton berbeda dengan tanggal expire yang tertera di botol dan kaleng minuman. Di karton tertera waktu expire sampai Maret 2008, sedangkan yang tertera di botol dan kaleng minuman yakni 25 Desember 2008.
Bahkan dari hasil sidak kemarin ditemukan sejumlah karton minuman yang tanggal expirenya telah dihilangkan dengan cara digosok. Bahkan tanggal expire itu dihilangkan kemudian diganti dengan tanggal expire yang baru. “Kami menduga sengaja dihilangkan. Sebab setiap makanan dan minuman dalam kemasan selalu ada label masa berlakunya. Tenggan waktunya pun sama antara yang tertera didalam botol maupun di karton,” kata tim ini.







