Wacana pembentukan Provinsi Buton Raya ternyata bukan hanya menjadi konsumsi masyarakat yang mendiami wilayah Buton, Wakatobi, Buton Utara, dan Muna, atau masyarakat dari daerah itu yang tersebar di wilayah Sultra. Tapi juga menjadi wacana masyarakat Buton dan sekitarnya yang berada di Papua dan Maluku. Bahkan mereka menggaungkannya melalui kegiatan seminar bertajuk "Pemikiran Perantau Asal Buton dan Muna Untuk Mewujudkan Propinsi Buton Raya”.
Seminar nasional sehari itu digagas Masyarakat Buton dan Muna di Sorong yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sulawesi Tenggara (IKA SULTRA), akan berlangsung Sabtu, (8/3) mendatang di Hotel Mariat, Sorong Papua Barat.
Ketua Panitia Pelaksana, Nasir La Apa SPd SH, melalui telepon dari Sorong menjelaskan, seminar nasional ini dilatarbelakangi adanya wacana dan aspirasi yang berkembang di masyarakat, tentang keinginan bagi pemekaran Provinsi Sultra menjadi dua provinsi yakni Provinsi Buton Raya.
"Dari pada masalah ini hanya sekedar menjadi wacana, maka masyarakat Buton dan Muna di perantauan menjaring aspirasi ini melalui kegiatan seminar, supaya lebih fokus dan terarah. Tentu melalui seminar akan lahir berbagai pemikiran dan konsep bagaimana mewujudkannya," kata Nasir La Apa.
Nasir menguraikan, secara umum kegiatan ini bertujuan; pertama, mengumpulkan respon dan aspirasi Masyarakat di tanah Papua dan Maluku terhadap pembentuk Propinsi Buton Raya. Kedua, merumuskan hasil seminar dan rekomendasinya menjadi dokumen yang merangkum wujud aspirasi dan tanggapan masyarakat Buton dan Muna perantauan untuk kemudian diserahkan pada pihak yang berkompoten seperti, DPR RI, DPD-RI, DPRD propinsi dan kabupaten serta pemerintah pusat dan daerah.
Seminar Nasional ini akan menampilkan nara sumber yang berasal dari wakil rakyat, pemerintahan, pakar, tokoh masyarakat, perempuan, dan generasi muda. Dari wakil rakyat, tampil sebagai nara sumber yakni anggota DPR-RI asal Sultra, Arbab Paproeka SH, dan anggota DPD-RI Asal Maluku, Midin Lamani SH.
Mewakili pemerintah yakni, Walikota Bau-Bau, Drs. MZ Amirul Tamim MSi dan tokoh masyarakat asal Sultra yang menjabat Wakil Bupati Seram Bagian Barat, H La Kadir SH. Sedangkan para pakar yang jadi nara sumber yakni, Prof Dr Ir Dietriech G Bengen DEA (Guru Besar IPB Bidang Pembangunan Pulau-Pulau Kecil), Prof Dr La Pona MSi (Pakar Pemerintahan), Dr Sumbangan Baja (Pakar Perencanaan Wilayah), Dr Yusri (Pakar Network dan Pemberdayaan Masyarakat), dan La Kamis SH MH (Pakar Hukum).
Selain itu, H. La Dena (Tokoh Masyarakat Sultra di Papua), Dr. Mujur Muif (Yayasan Kalalite), Drs. Arifin Tapioihu M.Si (Akademisi Asal Sultra di Maluku), Ayunda Nurhaya Umar SH (Tokoh Perempuan asal Sultra di Papua), dan Ir Safril MSc. (Tokoh Generasi Muda).
Rencananya kegiatan yang dimoderatori Muh. Rasman Manafi SP. M.Si dan Jumwal Shaleh SP itu akan dihadiri peserta dari kalangan, Pemda dan legislatif provinsi, kabupaten, kota se-Sultra, anggota DPR-RI dan DPD-RI asal Sultra, tokoh masyarakat Sultra di Papua dan Maluku, serta tokoh pemuda dan perempuan di Papua dan di Maluku. (sumber : kepres)



0 komentar:
Posting Komentar